Rabu, 28 Maret 2012


ASUHAN KEBIDANAN INPARTU FASE LATEN

1.    DEFINISI
¨      Partus adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang didapat dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar.
¨      Partus adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan plasenta) yang telah cukup bulan atau dapat hidup diluar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain, dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri).
¨      Partus adalah proses dimana bayi, plasenta dan selaput ketuban keluar dari uterus ibu.

2.    ETIOLOGI
Sebab – sebab mulainya persalinan belum diketahui secara pasti. Banyak faktor yang memegang peranan dan bekerjasama sehingga terjadi persalinan. Beberapa teori yang dikemukakan sebagai penyebab persalinan ialah :
1.      Penurunan Kadar Progesterone dan Estrogen
Progesterone menimbulkan relaksasi otot – otot rahim, sebaliknya esterogen meninggikan keregangan otot rahim. Selama kehamilan terdapat keseimbangan antara kadar progesterone dan esterogen didalam darah, tetapi pada akhir kehamilan kadar progesterone menurun sehingga timbul his.
2.      Teori Oxytocin
Pada akhir kehamilan kadar oxytocin bertambah karena itu timbul kontraksi otot – otot rahim.
3.      Ketegangan Otot – Otot
Seperti halnya dengan kandung kencing dan lambung, bila dindingnya teregang oleh isinya.
4.      Pengaruh Janin / Fetal Cortisol
Hypofise dan kelenjar suprarenal janin rupa-rupanya juga memegang peranan, oleh karena itu pada anenchepalus kehamilan sering lebih lama dari biasa.
5.      Teori Prostatglandin
Prostatglandinyang dihasilkan oleh desidua, disangka menjadi salah satu penyebab permulaan persalinan. Hasil dari percobaan menunjukkan bahwa prostatglandin yang diberikan secara intravena, intra dan ekstra amnial menimbulkan kontraksi myometrium pada setiap umur kehamilan. Hal ini juga disokong dengan adanya kadar prostatglandin yang tinggi baik dalam air ketuban maupun darah perifer pada ibu – ibu hamil sebelum melahirkan atau selama persalinan.

3.    TANDA DAN GEJALA INPARTU
Gejala persalinan sebagai berikut :
1.      Kekuatan his semakin sering terjadi dan teratur dengan jarak kontraksi yang semakin pendek.
2.      Dapat terjadi pengeluaran pembawa tanda, yaitu :
Q    Pengeluaran lender
Q    Lender bercampur darah
3.      Dapat disertai ketuban pecah
4.      Pada pemeriksaan dalam, dijumpai perubahan servik
X     Perlukaan servik
X     Pendataran servik
X     Pembukaan servik

4.    Pembagian tahap persalinan kala 1
Proses pembukaan servik sebagai akibat his dibagi dalam 2 fase :
1.      Fase laten
Berlangsung sangat lambat, selama 8 jam pembukaan diameter 3 cm.
2.      Fase aktif
Fase aktif ini pembukaan lebih cepat. Fase ini dibagi dalam :
a.       Fase akselerasi ( fase percepatan ) dari pembukaan 3 cm sampai 4 cm yang dicapai dalam 2 jam
b.      Fase dilatasi maksimal ( fase kemajuan persalinan ) dari pembukaan 4 cm sampai 9 cm yang dicapai dalam 2 jam
c.       Fase decelerasi ( kurangnya percepatan ) dari pembukaan 9 cm sam 10 cm selama 2 jam

5.    Penanganan kala 1
a.       Bantulah ibu dalam persalinan jika ia tampak gelisah, ketakutan :
Q      Berikan dukungan dan yakinkan diri ibu.
Q      Berikan informasi mengenai proses dan kemajuan persalinan.
Q      Dengarkan keluhan ibu.
b.      Jika ibu tampak kesakitan dukungan / asuhan yang dapat diberikan :
Q      Lakukan perubahan posisi.
Q      Posisi sesuai dengan keinginan ibu terjadi jika ini di tempat tidur sebaiknya dianjurkan miring kiri.
Q      Sarankan untuk berjalan – jalan.
Q      Ajarkanlah orang yang menemani ibu untuk memijat atau menggosok punggungnya.
Q      Ibu diperolehkan melakukan aktifitas sesuai kesangguapan.
Q      Ajarkan ibu teknik pernafas dan minta ibu untuk nafas panjang, menahan nafasnya sebentar kemudian dilepaskan dengan cara meniup udara. Keluarkan sewaktu – waktu terasa kontraksi.
c.       Menjelaskan kemajuan persalinan dan perubahan yang terjadi serta prosedur yang akan dilaksanakan pada hasil pemeriksaan.
d.      Memperolehkan ibu untuk mandi dan membasuh sekitar kemaluannya serta BAK/BAB.
e.       Untuk memenuhi kebutuhan energy dan mencegah dehidrasi berikan ibu cukup minum.
f.       Sarankan ibu untuk berkemih sesering mungkin.

DAFTAR PUSTAKA

v      APN 2008
v      Mochtar, Rustam. 1998. “Synopsis Obsetri” EGC : Jakarta
v      Pawirohardjo, Sarwono. 2005. “Ilmu Kebidanan” yayasan Bina Pustaka : Jakarta
v      Pawirohardjo, Sarwono. 2002. “Buku Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal” Yayasan Bina Pustaka : Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar